Desy Rosmanurlisa

Kerak di kepala yang terjadi pada bayi akan terlihat seperti kulit mengelupas, kulit kering, ketombe, terkadang kulit menebal, berminyak, terjadi pengerasan kulit dan berwarna coklat atau kekuningan. Bayi juga sering terlihat seperti memiliki ketombe atau disebut dengan kerak di kepala. Meski hal ini sangat umum dijumpai, tapi bisa mengganggu penampilan si bayi.
Duh, masih bayi kok sudah berketombe. Pasti moms risih kalau ada yang mengatai begitu soal kepala si kecil. Ya, pada beberapa bayi memang sering ditemui semacam sisik atau kerak tebal berminyak pada dahi dan kulit kepalanya.
Begitu mengering, kerak itu bisa terkelupas sendiri menjadi serpihan-serpihan tipis seperti ketombe. Berani taruhan, pasti moms gemas ingin segera mempretelinya. Apalagi bayangan dinilai jorok atau tidak mengurus si kecil dengan bersih, terus membuntuti moms.

O, o… tenang Moms. Memang, hal itu tak boleh dipandang sebelah mata. Ia tetap perlu perawatan khusus meski kerak kepala bisa rontok dengan sendirinya!
Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan paling sering muncul dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Kondisi kerak di kepala biasanya akan hilang sendiri pada usia 6-12 bulan, meskipun beberapa bayi tetap memiliki kerak kepala hingga usia beberapa tahun. Kendati demikian, ada baiknya Moms tetap memberi perhatian pada kulit kepala si kecil. Kalau tidak dibersihkan, bisa saja ia akan muncul kembali.
Bayi yang memiliki kelainan kulit kepala akibat alergi, biasanya akan mengalami kerak kepala lebih lama. Tak ayal, bayi yang mempunyai riwayat alergi di keluarga umumnya akan mengalami peradangan dermatitis seboroik berat. Di mana sisik-sisik tersebut akan bisa meluas ke seluruh daerah yang kaya akan kelenjar minyak.
Saat ini tidak diketahui dengan pasti apa penyabab dari kerak di kepala bayi. Tapi beberapa ahli percaya bahwa hormon yang diterima bayi dari ibunya diakhir kehamilan terlalu berlebihan sehingga mengakibatkan kondisi tersebut. Namun belum ada kesepakatan mengenai penyebab yang sebenarnya.

Untuk itu, bila Moms menjumpai tanda-tanda seperti timbul ruam-ruam merah dan mengeluarkan cairan kuning agak berminyak, bawa segera bayi ke dokter. Bila sudah begitu, sangat diperlukan intervensi dokter dan harus mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tips Membersihkan Kerak Kepala (Cradle Crap)
1. Gunakan minyak zaitun untuk menghilangkan kerak kepala
Untuk menghilangkan kerak kepala yang keras, cobalah gunakan minyak zaitun, minyak atau baby oil untuk membantu melepaskan kerak yang menempel. Setelah dipijat dengan minyak dibiarkan selama 15 menit, kemudian sisir dengan lembut untuk mengeluarkan kerak-kerak tersebut. Khusus baby oil, gunakan sedikit saja karena dapat mengakibatkan biang keringat bila berlebihan. Hal ini lantaran kulit bayi tertutup rapat sehingga tak bisa bernapas. Juga sebagian bayi tidak cocok atau bahkan alergi dengan penggunaan baby oil tersebut

2. Jangan tinggalkan minyak terlalu lama di kepala si bayi
Pastikan untuk tidak meninggalkan minyak terlalu lama di kepala, karena bisa menyumbat pori-pori dan membuat kerak tetap ada serta sulit dihilangkan.
3. Keramas atau shampo
Cobalah keramas dengan menggunakan shampo yang lembut sambil menggosok lembut kulit kepala bayi, setelah itu bilas dengan air hangat hingga bersih dan tidak ada sisa shampo yang menempel di kepala.
4. Sikat dengan lembut setelah di keramas
Setelah dicuci dengan shampo, sikat dengan lembut kepala bayi atau menggunakan handuk untuk menghilangkan kerak ringan yang menempel di kepala.
5. Jangan menghilangkan kerak dengan mengelupasnnya
Jangan pernah sekali-kali menghilangkan kerak dengan cara mengelupasnya menggunakan kuku, karena bisa menyebabkan luka di kulit kepala dan infeksi.
Jika kerak di kepala tak juga membaik setelah melakukan perawatan selama beberapa minggu, keraknya menyebar ke daerah lain atau menjadi berwarna merah, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mencegah penyebaran.
Namun jika kerak di kepala sudah benar-benar hilang, maka usahakan untuk mencegahnya agar tidak datang kembali. Usahakan untuk tidak berlebihan dalam memberikan shampo pada bayi, karena hal ini dapat merangsang kelenjar minyak, serta membilas shampo atau minyak di kepala hingga bersih sehingga pori-pori kepalanya tidak tertutup.

Comments on: "Mama, Jangan sepelekan kerak yang ada di Kepala ku (Credle Crap)" (6)

  1. Bdasarkn pngalaman…geli..ngeri..hmm..jijik jg..pas liat kerak di kpala anakku.. Tp walo bgmnpun rasa keibuanku jd tgugah..kasian..mlihatny tak nyenyak tdur krn garuk2 mulu.. Ak bw priksa ke doktr..n tyt alergi.. Tp emank bener..kerak bakal lepas sdiri biarpun stelah it muncul lagi & lagi.. So..jgn tlalu kuatir tp jgn smpe dsepelekn jg..
    Setuju bgt dg mbk lisa…utk tips mhilangkn kerakny..

  2. @bless
    makasih atas kunjungannya dan makasih juga telah berbagi

  3. waah nice post nieh khususnya buat para ibu ibu hihihi

  4. Y bnr bgt jd kshn lht ank saya,,,wlpn cm mengelupas saja tidak mengaruk2 kpl y tp ttp sj saya kasihan mlht rambut y ad ketombe y

Terima Kasih atas kunjungannya, jika berkenan dan suka silahkan meninggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: