Desy Rosmanurlisa

Dunia Anak Penuh Misteri

Ketika di tengah kita hadir seorang bayi yang mungil, hati orang tua mana yang tidak senang. Ketika anaknya lahir dalam keadaan selamat dan normal, orang tua mana yang tidak gembira. Orang tua akan meluapkan kegembiraannya atas kelahiran anggota keluarganya yang baru, yang mungil, indah dan menyejukkan mata sehingga membuatnya tidak bosan untuk memandang sang buah hati.

Berbicara mengenai masalah bayi, jiwa yang terlahir di dunia ini tidak lain hanya untuk mengabdikan diri dan memakmurkan isi bumi ini dengan penuh amanah. Dunia bayi adalah dunia kesenangan yang mengasyikkan. Dalam dunianya, bayi tidak akan pernah merasa bosan menjelajahinya. Pekerjaan bayi hanyalah bermain, tertawa, menangis, makan, minum ASI, BAK, BAB, tidur, bermain lagi, tidur lagi, dan seterusnya. Bayi tidak pernah terbebankan kewajiban sholat lima waktu, puasa, zakat, dan sebagainya. Layaknya generasi muda sekarang yang tidak pernah memikirkan kewajiban sebagai manusia.

Dunia anak merupakan dunia yang penuh misteri. Dunia yang unik yang sulit untuk dipecahkan oleh siapapun. Berbagai buku mengenai pendidikan anak sudah berjeja  di   toko – toko buku. Berbagai seminar pengasuhan pun kerap di gear. Hasilnya adalah setumpuk makalah yang membuat penuh rak buku kita tanpa bisa dipraktekkan secara maksimal. Terkadang saat kita membaca teori dalam buku atau makalah tersebut, terbesit dalam benak kita, “Membaca teorinya saja sudah pusing seperti ini, bagaimana mempraktekkannya?”

Perlu kita ketahui, dunia anak memiliki kelebihan yang tidak bisa kita sama ratakan dengan dunia kita. Bisa jadi hari ini anak bertingkah baik, namun esok harinya bertingkah bandel. Sekarang anak menjadi manja, esok atau lusa menjadi anak yang suka membuat gaduh.

Yang lebih parah, ada sebagian orang tua yang ketika melihat anaknya bertengkar atau berkelahi dengan anak tetangga, justru mengomel pada anak tetangganya, padahal bisa jadi anak tetangganya tersebut tidak bersalah. Bahkan ‘Perang Baratayudha’ antar orang tua pun bisa terjadi. Padahal pertengkaran anak mereka bisa jadi hanya disebabkan masalah yang sepele. Mereka lupa dengan sebuah pesan bijak, “namanya juga anak – anak, sekarang bertengkar, besok juga sudah baikan lagi. Mengapa orang tuanya harus sampai ribut?”

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang mesti orang tua lakukan dalam menyibak tabir misteri dunia anak. antara lain :

Pertama membiasakan anak untuk makan tidak berlebihan. jangan kita biarkan anak memakan segala jenis makanan yang diinginkannya. Sebab yang pertama kali akan mengalahkan anak kecil adalah nafsu memakan makanan yang tidak baik dan yang dapat membahayakan dirinya.

Kedua laranglah anak mendapat sesuatu berupa makanan atau barang dari temannya dengan cara yang tidak benar. Ketiga ingatkan anak agar jangan suka bersumpah, baik itu benar maupun tidak. Hal ini dilakukan agar kebiasaan tersebut tidak terbawa hingga dewasa. Sebab anak kecil belum memahami konsekuensi dari apa yang dia ucapkan, meski sumpah tersebut diucapkan dengan benar, sadar dan tanpa paksaan. Keempat ingatkan anak untuk tidak melakukan akhlak yang buruk, seperti dusta, khianat, pengecut dan sebagainya. Orang tua seyogyanya menegur dan mengingatkan secara bijak jika anak melakukan perbuatan tersebut.

Kelima ketika anak sudah mencapai akhil baligh, orang tua selayaknya mengingatkan anak untuk bergaul dengan temen – temen yang berakhlak baik. Keenam orang tua harus dapat mengarahkan anak ke kegiatan yang bersifat positif. Tekankan pada anak untuk menghindari tempat-tempat yang menjanjikan kesenangan, kecabulan dan kefasikan.

Ketujuh beri kebebasan kepada anak untuk berolahraga dan bermain agar dia tidak merasa jenuh. Kedelapan ceritakan kepada anak kisah-kisah teladan, seperti kisah para nabi, sahabat, hingga kisah anak-anak yang sukses meraih prestasi. Ada baiknya pula menceritakan kisah anak yang malas, jahat dan penakut sehingga anak bisa termotivasi sekaligus membandingkan sebab dan akibat yang akan diperolehnya dari sifat – sifat tersebut.

Kesembilan jangan memukul atau mengancam, sebab cara ini sangat tidak efektif. Cara ini justru akan mengakibatkan pengaruh yang tidak baik pada anak. Anak akan terdorong menjadi anak yang pengecut, pembohong, keras kepala, bandel dan sebagainya.

Kesabaran dan proses merupakan kata kunci yang harus dipegang orang tua dan para pendidik agar anak dapat menjaga hatinya dan meraih masa depannya. Jangan korbankan hati mereka karena ketidaktahuan kita terhadap mereka 🙂

Terima Kasih atas kunjungannya, jika berkenan dan suka silahkan meninggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: